Manajemen Penyuluhan

MANAJEMEN PENYULUHAN

Disajikan Oleh : Adhi Surya Perdana

Tahun 2016

 

 I. Pengertian Manajemen

Manajemen berasal dari bahasa Inggris “management” dengan kata kerja to manage yang secara umum berarti mengurusi. Dalam arti khusus manajemen dipakai bagi pimpinan dan kepemimpinan, yaitu orang-orang yang melakukan kegiatan memimpin, disebut “manajer”. Untuk mengartikan dan mendefinisikan manajemen dari berbagai literartur (Fathoni, 2006) dapat dilihat dari tiga pengertian, yaitu

1.Manajemen sebagai suatu proses.

Melihat bagaimana cara orang mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Pengertian manajemen sebagai suatu proses dapat dilihat menurut:

a. George R.Terry

Manajemen adalah cara pencapaian tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu melalui kegiatan orang lain.

b. Haiman

Manajemen adalah fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalui orang lain, mengawasi usaha-usaha yang dilakukan individu untuk mencapai tujuan.

c. Stoner

Stoner mendefinisikan manajemen sebagai suatu proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin dan mengawasi usaha-usaha dari anggota organisasi dan sumber-sumber organisasi lainnya untuk mancapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

d. Mary Parker Follet

Mendefinisikan manajemen sebagai suatu seni untuk melakukan sesuatu melalui orang lain.

e. Koontz and Weihrich (1988)

the process of designing and maintaining an environment in which individuals, working together in groups, accomplish efficiently selected aims.

2. Manajemen sebagai suatu kolektivitas manusia.

Merupakan suatu kumpulan orang-orang yang bekerja sama untuk untuk mencapai tujuan bersama. Kumpulan orang-orang disini menunjukan adanya tingkatan kepemimpinan (pimpinan atas, menengah dan bawah). Pendapat ini dikemukakan oleh HenryFayol.

  1. Manajemen sebagai ilmu dan manajemen sebagai seni

Manajemen sebagai suatu ilmu karena telah dipelajari sejak lama dan menjelaskan tentang gejala-gejala, gejala-gejala diteliti dengan menggunakan metode ilmiah, yaitu menggunakan bantuan disiplin ilmu lainnya seperti ilmu sosial, filsafat, matematik dan statistik dan lain sebagainya. Dalam praktek, istilah manajemen dipakai dalam organisasi yang lebih besar dan berdiri sendiri dan dapat dibedakan dengan jelas dari organisasi lain.

 

II. Pengertian Penyuluhan

Penyuluhan berasal dari kata dasar suluh (obor atau pelita). Fungsi dari suluh adalah untuk menerangi orang yang dalam kegelapan, yaitu orang yang tidak tahu sekelilingnya menjadi tahu atau membimbing orang yang tidak tahu untuk mencapai tujuan yang diharapkannya (Purwoko et al., 2007). Rifai (2000) menjelaskan bahwa penyuluhan pertanian sebagai sistem pendidikan luar sekolah (non-formal education) bagi pembangunan perilaku petani dan keluarganya termasuk kelembagaannya agar mereka dapat memahami dan memiliki kemampuan dan kesempatan dalam mengelola usahataninya dan mampu berswadaya sehingga dapat memberikan keuntungan dan memuaskan bagi kehidupannya.

Kartasapoetra (1991), menyatakan bahwa penyuluh dalam arti umum merupakan suatu ilmu sosial yang mempelajari sistem dan proses perubahan pada individu dan masyarakat agar dengan terwujudnya perubahan tersebut dapat tercapai apa yang diharapkan sesuai dengan pola atau rencananya. Penyuluhan dengan demikian merupakan suatu sistem pendidikan yang bersifat non formal atau suatu sistem pendidikan diluar sistem persekolahan yang biasa, dimana orang ditunjukkan cara-cara mencapai sesuatu dengan memuaskan sambil orang itu tetap mengerjakan sendiri.

SKB Mendagri dan Mentan RI No. 54/1996 dan No.301/Kpts/LP.120/4/1996 tanggal 10 April 1996 tentang Pedoman Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian menjelaskan Penyuluhan Pertanian adalah pendidikan luar sekolah di bidang pertanian untuk petani dan anggota keluarganya serta masyarakat pertanian agar dinamika dan kemampuannya dalam memperbaiki kehidupan dan penghidupannya dengan kekuatan sendiri berkembang sehingga dapat meningkatkan peranan dan peran sertanya dalam pembangunan pertanian.

Dalam pengertian manajemen penyuluhan dan manajemen sumber daya manusia memiliki arti yang hampir sama tetapi dalam manajemen penyuluhan terdapat kompleksitas dalam sasarannya. Dalam manajemen Sumber Daya Manusia lebih menekankan kepada orang atau individunya saja, sedangkan dalam manajemen penyuluhan  bukan hanya menekankan pada orang atau individunya saja tetapi lebih kepada proses yang dimulai dari proses perencanaan sampai evaluasi dan dalam pelaksanaannya dibutuhkan personal yang dapat melakukan fungsi manajerial.

 

III. Fungsi Manajemen

Banyak pendapat mengenai fungsi manajemen, diantaranya sebagai berikut :

  1. Henry Fayol, fungsi manajemen yaitu planning, organizing, commanding, coordinating, dan controlling.
  2. George R. Terry, fungsi manajemen adalah planning, organizing, actuating, dan controlling.
  3. Luther Gulllich, fungsi manajemen yaitu planning, organizing, staffing, directing, coordinating, reporting, dan controlling.
  4. Ernest Dale, fungsi manajemen yaitu planning, organizing, staffing, directing, innovating, representing, dan controlling.
  5. Koonts & O’donnol, fungsi manajemen yaitu planning, organizing, staffing, directing, controlling.
  6. Oey Liang Lee, fungsi manajemen yaitu planning, organizing, directing, coordinating, controlling.
  7. James Staner, fungsi manajemen yaitu planning, organizing, leading, dan controlling.

Dalam pembahasan ini akan diperinci empat fungsi yang paling penting yaitu planning, organizing, actuating, dan controlling.

  1. Perencanaan ( Planning )

Pemilihan dan penentuan tujuan organisasi, dan penyusunan strategi, kebijaksanaan, program, dan lain-lain.

  1. Pengorganisasian ( Organizing )

Penentuan sumber daya dan kegiatan yang dibutuhkan, menyusun organisasi atau kelompok kerja, penugasan wewenang dan tanggungjawab serta koordinasi.

  1. Pengarahan ( Actuating )

Motivasi, komunikasi kepemimpinan untuk mengarahkan sasaran mengerjakan sesuatu yang ditugaskan padanya.

  1. Pengawasan ( Controlling )

Penetapan standar, pengukuran pelaksanaan, dan pengambilan tindakan korektif

Rincian siklus kegiatan manajemen dapat dilihat pada Bagan 1 dibawah ini :

Siklus kegiatan manajemen

Bagan 1. Siklus Kegiatan Manajemen

Penjelasan siklus kegiatan manajemen

  1. Fungsi dari Perencanaan

Dalam fungsi perencanaan pada manajemen penyuluhan menurut Ray (1998), perencanaan pengambilan keputusan, serta melibatkan pemilihan dan pengintegrasian program dalam tindakan organisasi yang mengikuti untuk pencapaian tujuan.

a. Menjelaskan dan merinci dan tujuan yang ingin dicapai memberikan pegangan dan menetapkan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan untuk tujuan tersebut.

b. Organisasi menperoleh standar sumber daya terbaik dan mendayagunakannya sesuai tugas pokok fungsiyang telah ditetapkan menjadi rujukan anggota organisasi dalam melaksanakan aktivitas yang konsisten prosedur dan tujuan.

c. Memberikan batas kewenangan dan tanggung jawab bagi seluruh pelaksana.

d.Memonitor dan mengukur berbagai keberhasilan secara intensip sehingga bisa menemukan dan memperbaiki kepemimpinan secara dini.

e. Memungkinkan untuk terpeliharanya persesuain antara kegiatan internal dengan situasi eksternal

f. Menghindari pemborosan.

  1. Fungsi Pengorganisasian

Pengorganisasian sangat penting dalam manajemen karena membuat posisi orang jelas dalam struktur dan pekerjaannya dan melalui pemilihan, pengalokasian dan pendistribusian kerja yang profesional dan organisasi dapat mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

  1. Fungsi Pengarahan

Pemimpin lebih menekankan pada upaya mengarahkan dan memotivasi para personil agar dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dengan baik.

  1. Fungsi Pengawasan Mencakup Empat Unsur :

Agar ng-masing maka harus dilakukan suatu pengawasan. Langkah-langkah dalam melakukakan pengawasan, yaitu :

a. Menetapan standard pelaksanaan,

b. Mengukur performa aktual.

c. Pengukuran pelaksaan nyata dan membandingkannya dengan standar yang telah ditetapkan,

d. Pengambilan tindakan koreksi yang diperlukan bila pelaksanaan menyimpang dari standar.

Dalam pelaksanaan siklus kegiatan manajemen pada bagan I posisi para penyuluh selalu berada pada fungsi manajemen tersebut dan pada setiap fungsi tersebut penyuluh memiliki porsi yang berbeda dalam tugasnya sehingga diharapakan bukan hanya penyuluh saja yang berada pada fungsi – fungsi manajemen tersebut tetapi pihak – pihak yang terkait diharpkan dapat terlibat baik itu pemerintah, maupun sasaran atau target dari program penyuluhan.

 

IV. Langkah-Langkah Manajemen

Banyak pakar manajemen dan administrasi pendidikan yang mengidentifikasikan langkah-langkah manajemen. Tiga pakar manajemen dan admistrasi pendidikan diantaranya adalah Flippo (1966), Gorton ( 1976), dan Sergiovani (1987). Menurut Gorton manajemen itu pada hakekatnya merupakan proses pemecahan masalah, sehingga langkah-langkah manajemen tidak ubahnya sebagaimana langkah-langkah pemecahan masalah Langkah-langkah manajemen menurut Gorton :

  1. Identifikasi masalah
  2. Diagnosis masalah
  3. Penetapan tujuan
  4. Pembuatan keputusan
  5. Perencanaan
  6. Pengorganisasian
  7. Pengkoordinasian
  8. Pendelegasian
  9. Pengkomunikasian
  10. Kerja dengan kelompok-kelompok
  11. Penilaian

Dalam langkah-langkah manajemen penyuluhan penekanan pengambilan keputusan setelah penetepan tujuan adalah pada pengambilan keputusan apa yang akan  mau dilakukan sebelum merencanakan suatu program.

 

V. Tujuan Manajemen

  1. Efektivitas

Pertama, tujuan manajemen itu diupayakan dalam rangka mencapai efektivitas. Suatu program kerja dikatakan efektif apabila program kerja tersebut dapat mencapai tujuan, yang telah ditetapkan sebelumnya. Dengan kata lain, tujuan diterapkannya manajemen pada sebuah program adalah agar program tersebut dapat mencapai tujuan.

  1. Efisiensi

Kedua, manajemen itu dilakukan dalam rangka mencapai efisiensi dalam pelaksanaan setiap program.

  1. Efisisiensi ditinjau dari usaha / pelaksana program Apabila dari segi pelaksanaan, sebuah program dapat dikataksn efisien apabila hasilnya dapat dicapai melalui upaya yang sekecil-kecilnya dan sehemat-hematnya. Upaya yang dimaksudkan adalah dalam penggunaan komponen seperti, tenaga, waktu pelaksanaan, sarana dan prasarana serta keuangan.
  2. Efisiensi ditinjau dari hasil program. Ditinjau dari segi hasil, penyelenggaraan sebuah program dapat dikatakan efisien apabila dengan usaha tertentu memperoleh hasil yang sebanyak-banyaknya. Upaya yang dimaksudkan adalah dalam penggunaan komponen seperti, tenaga, waktu pelaksanaan, sarana dan prasarana serta keuangan.
  3. Produktivitas

Adalah perbandingan terbaik antara hasil yang diperoleh(output) dengan jumlah sumber yang dipergunakan (input) produktivitas dapat dinyatakan secara kaulitas maupun kuantitas.

  1. Kualitas

Menunjukan kepada suatu ukuran penilaian atau penghargaan yang diberikan atau dikenakan kepada barang (products) dan jasa (services) tertentu berdasarkan pertimbangan objektif atas bobot dan/atau kinerja (Pfeffer end Coote, 1991). Jasa atau produk tersebut harus menyamai atau melebihi kebutuhan atau harapan pelangannya.

a. Keterkaitan Tujuan Manajemen Dengan Penyusunan Progama Penyuluhan Dalam Pembangunan Pertanian.

Penyuluhan pertanian terintegrasi dengan sub sistem program pembangunan pertanian. Dengan demikian proses penyusunan programa penyuluhan pertanian dilakukan secara sinergis dan terpadu dengan proses perencanaan pembangunan pertanian. Programa penyuluhan pertanian disusun setiap tahun dan memuat rencana penyuluhan pertanian tahun berikutnya dengan memperhatikan siklus anggaran pada masing-masing tingkatan, serta mencakup pengorganisasian dan pengelolaan sumberdaya sebagai dasar penyelenggaraan penyuluhan pertanian.  Keterkaitan tujuan manajemen  dengan programa penyusunan programa penyuluhan dalam pembangunan pertanian dapat dilihat pada Bagan 2 berikut ini:

Alur manajemen programa

Bagan 2. Keterkaitan Tujuan Manajemen  Dengan Programa Penyusunan Programa Penyuluhan

Dalam Pembangunan Pertanian

VI. Kegiatan Manajemen Penyuluhan Dalam Menghadapi Tantangan Kinerja Penyuluhan Pertanian Di Masa Yang Akan Datang

            Kegiatan manajemen penyuluhan banyak dimungkinkan karena upaya para pelaku penyuluh, untuk berkinerja dengan baik. Kinerja seorang penyuluh akan baik bila ia mempunyai keahlian (skill) yang tinggi, bersedia bekerja karena gaji atau diberi upah sesuai dengan perjanjian dan mempunyai harapan (expectation) masa depan lebih baik. Pekerjaan hampir selalu memiliki lebih dari satu kriteria pekerjaan atau dimensi. Kriteria pekerjaan adalah faktor yang terpenting dari apa yang dilakukan orang di pekerjaannya. Dalam artian, kriteria pekerjaan menjelaskan apa yang dilakukan orang dipekerjaannya. Oleh karena itu kriteria-kriteria ini penting, kinerja individual dalam pekerjaan haruslah diukur, dibandingkan dengan standar yang ada, dan hasilnya dikomunikasikan pada setiap pekerja.Dengan demikian kinerja (performance) adalah suatu hasil yang dapat dicapai oleh seseorang atau kelompok orang dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam upaya pencapaian tujuan organisasi secara legal, tidak melanggar hukum dan tidak bertentangan dengan moral dan etika. Bagi aparatur Negara atau penyuluh pertanian, kinerja dimaksud adalah hasil kerja penyuluh pertanian beserta perangkatnya yang dicapai dalam suatu periode tertentu.

Subejo et al. (2006) menjelaskan secara umum kinerja aktvitas penyuluhan pertanian mengindikasikan suatu kecenderungan penurunan yang antara lain disebabkan oleh beberapa hal:

  1. Perbedaan persepsi antara pemerintah daerah dengan dengan pemerintah pusat tentang peranan penyuluhan pertanian, hal ini telah menyebabkan berbagai variasi penyuluhan pertanian di tingkat lokal serta kebijakan-kebijakannya. Selain itu juga perbedaan persepsi antara eksekutif dan legislatif yang kadang-kadang kurang pro terhadap arti penting dan peran penyuluhan pertanian dalam pembangunan pertanian.
  2. Keterbatasan alokasi anggaran untuk kegiatan penyuluhan pertanian dari pemerintah daerah.
  3. Ketersediaan dan dukungan materi informasi pertanian sangat terbatas.
  4. Penurunan yang terus berlangsung terhadap kapasitas dan kemampuan managerial dari petugas penyuluh pertanian serta.
  5. Penyuluh pertanian kurang aktif untuk mengunjungi petani dan kelompoknya, umumnya kunjungan lebih banyak dikaitkan dengan keterlibatan pada suatu proyek.

Solusi yang mungkin dapat dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan dari penurunan kinerja penyuluhan pertanian di Indonesia diantaranya adalah :

  1. Penyamaan persepsi tentang pembangunan pertanian di Indonesia antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. penyamaan persepsi ini dapat dilakukan dengan penyamaan grand strategi pembangunan pertanian nasional dan daerah, serta pembuatan perangkat-perangkat dan pendukung dari kegiatan ini seperti UU penyuluhan serta program-program penyuluhan pertanian.
  2. Pengalokasian dana penyuluhan pertanian yang ideal bagi daerah, jika dianggap perlu pemerintah dapat memberikan bantuan dana dalam kegiatan penyuluhan daerah.
  3. Penyedian perpustakaan pertanian dan jaringan internet bagi kegiatan penyuluhan pertanian, yang dapat dimamfaatkan baik petani ataupun petugas penyuluh lapangan.
  4. Pengalakan kegiatan penyuluhan pertanian yang dapat meningkatkan kemampuan penyuluh, seperti diklat atau pendidikan jangka panjang bagi penyuluh.
  5. Peningkatan intensitas kunjungan penyuluh ke petani.

Strategi penyuluhan pertanian modern di Indonesia nampaknya perlu diorientasikan pada penerapan ”segmented client oriented opproach”. Perlu dilakukan perubahan kebijakan dari pemerintah/birokrasi lokal, hal ini seharusnya juga perlu terus didorong sehingga mereka menjadi lebih pro terhadap kebijakan penyuluhan pertanian. Layanan jasa penyuluhan pertanian seharusnya mampu menunjukkan akan manfaat program kepada pemerintah daerah dengan menunjukan dampak positif yang akan diperoleh dengan adanya aktivitas penyuluhan.

Program yang perlu dikembangkan antara lain pendidikan tentang arti penting penyuluhan dalam pembangunan pertanian dan kesejahteraan masyarakat. Pendidikan ini perlu dilaksanakan baik terhadap birokrat, politisi serta anggota dewan perwakilan rakyat yang memiliki otoritas kuat dalam membuat kebijakan terkait dengan penyuluhan pertanian.

Untuk mendukung hal tersebut serta dalam rangka mensikapi tuntutan global, para petani seharusnya juga mulai dididik dalam hal isu-isu yang terkait dengan globalisasi dan liberalisasi perdagangan termasuk didalamnya produk pertanian. Globalisasi dan liberalisasi perdagangan yang secara cepat atau lambat akan berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat petani. Untuk merangsang kinerja penyuluh dapat diilakukan dengan cara pemberian reward bagi penyuluh yang berprestasi. Reward ini dapat berbentuk materi ataupun penghargaan. Dengan adanya reward maka penyuluh akan terpacu untuk melakukan kegiatan penyuluhan dengan sebaik mungkin, dan juga menemukan metode baru dalam kegiatan penyuluahn pertanian. Penyuluhan pertanian bukanlah suatu hal yang bisa ditangani secara mandiri namun memerlukan keterkaitan dan kerjasama antar lembaga.


DAFTAR PUSTAKA

 Charles, W dan Stoner.1986. Manajemen Edisi Ke-3. CV. Intermedia. Jakarta.

Fathoni. 2006. Organisasi Dan Manajemen Sumber Daya Manusia. PT. Adimahasatya. Jakarta.

Kartasapoetra, A.G. 1991. Teknologi Penyuluhan Pertanian. Bumi Aksara. Jakarta.

Marihot, E.2002 Manajemen Sumber Daya Manusia. PT.Gramedia Pustaka Utama.Jakarta

Ray, G L. 1998. Extension Communication and Management. Naya Prokash: India

Rifai, M.A. 2000. Reorientasi Penyuluhan Pertanian, Prasayarat Pertanian Kerakyatan. Sinar Tani, 28 Juni-4 Juli 1999 No. 2848 Tahun XXX.

Subejo. 2002. Penyuluhan Pertanian Indonesia: Isu Privatisasi dan Implikasinya. Jurnal Agro Ekonomi Vol. 9 (2). Desember 2002. p: 27-36. Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian UGM, Yogyakarta.

Subejo. 2006. Penyuluhan Pertanian Indonesia di Tengah Isu Desentralisasi, Privatisasi dan Demokratisasi. Jurnal Agro Ekonomi. Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian UGM, Yogyakarta.

Subejo. et. al. 2006. Isu dan Kecenderungan Global Serta Perkembangan Sistem Pengajaran Penyuluhan Pertanian. Jurnal Agro Ekonomi. Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian UGM, Yogyakarta.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s