Sandaran Papahan

Pemikiran mempunyai satu tujuan yang jelas, gambaran selalu buram. Terang hanya sesaat kemudian kembali menghilang. Bingung, hendak kemana jalan setapak terbentang.  Buntu, tak ada yang menaruh simpatik. Meski menurut kebanyakan orang baik, menurut aku.

“Hal apa itu?”

Pertanyaan terlontar menunggu jawab. Salah membenci dirinya sendiri selalu dipersalahkan. Bertindak pasif keadaan celah, menganga cahaya hangat. Namun bola besar berputar dan berhenti mengahalangi pandangan.

“Minggir kau!!”, keringat serius menetes diurat lehernya. Napas tak tenang. Melayang entah kemana.  Bebas tanpa arah, “Sesukanya saja”. Perasaan selalu menghantui ketakutan. Kegagalan tersenyum lebar. Menyapa ejekan tatapan. Lagak tunduk, pelan melaju.

Mengapung daun hijau yang cerah

Arus membawanya mengalir

Krikil tak sampai menyentuh

Percuma……

Batu kecil tak mampu menolong

Benturan terus menimpanya

Goyah, mengaharap tepian

Namum patahan lereng terlihat curam

Terbawa…terbawa….terbawa…..

Jatuh!!!

“Gelap…” Tangan mencari ranting untuk pegangan. Tak pernah ada yang peka dengan keadaanku. Hitam-putih menyatu memarahi, jalan keluar tetap buntu. Membuatnya tetap terperosok. Kebingngan dan kemarahan terus merangkak naik. Tahan, jangan sampai terdengar suara. Tak sanggup, berjalan sendiri. Memanas, menyunut sumbu di ubun-ubunnya.

“Dooor…..duuuaaarrrr….jllleeegggerrrr”

Ledakan terdengar aneh. Meletus, melukai optimis. Sekalipun kaki telah berpijak, masih ada yang hilang. Paras pada cermin terlihat mati suri. Mengoyak sekeras mungkin tetap saja beku mengeras seperti es. Perasaan menggigil kedinginan. Mencari selimut untuk menghangatkanya. Padahal ia sudah mati, tetapi masih mencari harapan. “Mahluk seperti apa aku??!” Ubah tak ucap jelas. Teriakan kepadaku agar terdengar.

Lihat aku….

Sikap dengan kejenuhan asa

Menolak nyata!

Ubah ketidakpastian prilaku sebutir pasir

Tiup dengan pelan sesuai detak

Agar aku tidak terhempas

Tetap diam

Wujud tampak apa adanya

Mengetuk otak yang tertutup

Gumpalan darah merah yang merapat

Tarik….

Papah aku ketepian sampai sadar

Siapa saja!!!!!!!

Tolong……Tolong….. Tolong…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s