Jangan Kotori Ukiranku

Awalnya saling memandang dengan pemikiran yang berbeda, ketertarikan merangkak naik dan mendekat. Dalam memang, sela-sela terpikir parasnya. Itulah anggapan kedamaian bagi orang yang jatuh cinta. Semua pandangan menarik untuk digenggam. Berusaha untuk menjadi yang terbaik dan menemani kesepian diantara kita. Bercerita arti sebuah kebersamaan.

Sesosok peri datang dengan kedua sayapnya

Menyentuh padatan bumi yang menahan telapak

Melangkah kehadapan pandangan

Tampak bongkahan lusuh

Membuka kuncian yang mengurung rasa

Ternyata pertanyaan menumpuk untuk dijawab

Seperti apa….

Pijakan kaki gemetar melihat wujud yang serupa dengan bisikan. Berdiri diam disudut kebingungan. Mau apa garis yang tertulis. Bergerak dengan aneh alur kesan arti kehadiran. Detik penuh bahagia bersama seberkas bayangan artimu. Coba resapi, betapa menariknya suka.

Jebakkan hati menanti keberanian

Ucapan terbata-bata ketika terlontar

Gelagap menghadapi tumpuan sisi hati

Cipta ingin keberadaan menjadi ada

Tampak jelas….

Betapa rasa menguasai ingin menghangatkan kebekuan yang menyamarkan warna cerah lembaran. Namun, kini telah mencair. Mengakui apa adanya, “Aku suka kamu”. Kucuran keringat menetes. Detakan jantung berusaha ingin mendobrak keluar. Jawaban hanya tampak “Ya” atau “Tidak”. Naluri adam yang menginginkan hawa. Bercabang-cabang sel otak berkeliaran menunggu jawaban. Patah kata mengucap “Ya”. Hidup tergugah nyata bahwa akhir pencarian telah datang dikedua hati yang menyatu.

Cermin hati sebagai penampakan yang tak jelas meluruhkan ketidakpastian. Perjalanan terlewati bersama. Perilaku berbuat sepantasnya memanjakan keinginan kemauan. Terlupakan beban yang merangkul di pundak.. Mata sekilas menatap sembarang. Yang terlihat, tetesan embun dipucuk daun. Padahal itu hanya alasan bahwa aku sedang jatuh cinta.

Berpegang dengan komitmen menghargai dan menghormati ketulusan hati. Hanya saat seperti itu jalinan sanggup menggerakan kesetiaan. Tak ada batas materi yang tampak, tetapi hadapan menyambut keabadian. Milyaran percikan cahaya datang menghampiri jenuh kegelapan serta mengubahnya menjadi bening. Bening setetes embun pagi hari yang menyejukan sehelai daun.

Dunia tampak cerah dan kembali hadir dalam kejernihan. Bahkan ia melihat dirinya sendiri berada di tengah-tengah sudut keramaian. Wangi-wangian menempel di kain bajunya yang lusuh dengan warna-warni yang nampak menarik. Perasaan ada yang melekat erat kedamaian ikatan.

Berlari membawa ikatan mimpi

Antara satu ibukota negara

Seorang pemuda menatap pasif kehadapan pelipisnya

Cinta telah menenggelamkan arti keraguan

Tepian tak berujung jika dicari

Merayap luntur mengalir ke pangkuan

Detik waktu adalah kenyataan yang mengutit dari belakang, mustahil kembali hadir. Bercengkrama sepatah kata seperti ribuan kata telah terlontar. Memory menyimpanya sebagai kenangan terindah. Berfikir dirinya satu titik yang melekat dihatinya. Sekalipun langkah terkulai lemah, namun masih ada kibasan hangat seorang peri yang menemannninya. Aku dapat menceritakan kegundahan diri untuk mendapatkan jalan keluar dari kebersamaan. Aku menikmati hidup kepasrahan kepada sang pencipta. Tawa, canda, emosi, suka dan duka menjadi satu kebersamaan bagi hubungan. Aku merasakan naluri yang sekelebat hilang begitu cepat.

Pribadi menjadi sosok yang hidup ketika dirinya dibenci tanpa alasan. Padahal dirinya yang membenci, membalik ke wajahnya. Ketika rasa kasih sayang tercurah itulah arti sebenarnya kasih sayang dirinya sendiri. Berjalan mendekati. Perlahan, menyentuh tangannya. Ternyata sempurna dengan genggaman yang erat. Tubuhnya bergetar kaget dan melayang sebuah buaian hasrat.

Sontak lemah dengan sandaran mu

Menutup muka karena malu pada sanjungan

Memerah ingin keterikatan kasih putih

Bersama untaian bintang putih yang hadir di depannya

Betapa manis kasih sayang yang ku lukiskan

Janji suci melindunginya untuk bersatu

Sejujurnya, kamulah yang mengirimku ke alam lain yang penuh cinta kasih. Mirip seperti peristiwa yang teralami kini. Ketulusan mendatangkan itu semua. Kini lihatlah aku, yang selalu melindungimu. Bangkit sekokoh pilar berdiri sebagai penjaga sejati.

One comment on “Jangan Kotori Ukiranku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s