Imajinasi

Anak Panah Yang Menancap Di Hati

Behadapan bola mata kehidupan. Kehangatan menyatukan mereka dalam pandangan. Nyata memang, perasaan bergulat dengan keadaan. Tapi itu normal dan wajar!. Seseorang memandangi harapan yang berada di depannya “Siapa tercengang melihat kupu-kupu elok terbang mengitari kening?”. Deskripsi masih biasa saja. “Bodoh…, berpikirlah sedikit!!”. Rasa penasaran mulai nampak ingin mendekat dan berbicara. Perlahan lintasi kenyataan sebuah celah pemikiran. Sejuta sikap patut terungkap, kenyataannya tetap misteri.

“Bagaimana membongkarnya?”

Sementara takut mendekati, “Mungkin itu dingin”. Masih mencari, apa yang terbaik. Melirik temu keadaan yang melintas. Itulah kesempatan. Lantas, melamun “Seperti apa watak?”. Keraguan masih bertanya.

Takkan ku sembunyikan langkah

Hadirkan tapak di sisinya

Terjerembab pada rasa cinta

Merasuki belahan yang berbeda

Di jalan itu ada sebuah tembok, “Beri rongga buat ku bertutur?”. Berat lidah bergerak, hanya bisa memendam.

“Harus jelas apa mau ku?”

Justru itu, aku ingin memberinya keberadaaan. “Tak jelas, bicara apa aku?”. Peristiwa membuatnya tulisan yang mewarnai hari, jika ia ada. Langit menjadi kelam karena bulan terperangkap awan hitam. Perasaan itu yang dirasakan.

“Begini, memendam memang sulit?”.

Otak terus berputar, melayang dan mengrinyit. Bersama berbagi cerita berdua, jalan tak henti tujuan.

“Hendak kemana?”

Meski tak jauh, terus terpikir. Betapa lalainya aku berada di dekatnya. Ia tak mengerti apa benak yang memberontak. “Tanggaplah!!!”. Keseharian dilalui sendiri. Hanya tombol dan layar yang berbunyi. Menemani aku dalam kesepian sehingga terhibur pada tulisan yang berasal dari lentik jari seorang pujaan.

“Ya…, aku tersenyum bahagia”

Rupanya ada yang mengetuk “Hhhaaa….!!”. Kaget dengan pertanyaan dan jawaban. Hal yang ternanti sudah datang.

“Semoga saja ia serius dan bukan lelucon yang patut ditertawakan bila aku sudah percaya sepenuhnya”. Sejenak tercengang.

Apa yang aku inginkan telah hadir

Ia tampak jelas di hadapan

Pergi ke mana lagi?

Namun ku tak ingin menusuk mu dari belakang

Sumpah…..

Kami adalah jalinan tali yang terurai

Kemudian terikat kesetiaan

Jadi, jangan ganggu kami

Merajut  jaring baja yang melingkar

Melindungi kami menjadi utuh

Detak jantung berdetak “Dag…dig…dug” , tidak ada imaji yang tepat. Menepuk pundak dengan mengubah waktu sebuah senyuman.  Hari memang berbeda, entahlah…! Nada keras terdengar lembut. Inspirasi ciptaan yang tak terduga. Pemahaman patut di perhitungkan pada sesuatu yang jelas.

“Semua bukan daun yang mengambang dengan liukan gelombang”

Tatanan pada dasarnya benar tapi tanya tak membohongi kepada hal negatif. Perilaku harus sesuai interaksi hidup dengan syarat baik dan tutupi kain putih bila hitam menyelimuti.

“Taken care of proper chastity heartily”

Kucuran mengalir tetesan makna. Mendapatkan pelukan yakin semesta menyapa keyakinan yang tertanam. Skema menarik sambutan sosok. Mengerut pasif seraya senang. Sementara ia tahu, aku tak patut mengorek apa adanya. Karena tidak suka ia terlihat abai. Jalinan masih harus bertukar satu arah, itulah tujuan. Mengertilah, skala bukan patokan. Tiba getaran pertama. Menanyakan patahan bingung. Suaranya menatap remeh bahkan menentang. Nyaris mengalah untuk keutuhan posisi.

“Mungkin arti lengkingan psikologis”

Gambar terlihat sederhana, amati sekali lagi. Itu aku…! Mengertilah seadanya, roda berada di bawah. Menunduk lugu menerima keadaan. Hindari dagu tercuat untuk hal yang tampak rendah.

“Aku kecil dalam luasan yang ada”

Menahan napas, hembusan lega menerima keberadaan. Tak ada yang menawan, jauh adanya keraguan. Yakin, hilangkan sangkalan. Seutuhnya aku ada untuk kenyataan mu..

One comment on “Imajinasi

  1. the true love you will find,GOD knows what do you want.be patient,the next episode will face in your life.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s